Home » Halo Indonesia » Semangat Internasionalisme
Semangat Internasionalisme

Semangat Internasionalisme

Beberapa waktu lalu Amerika Serikat telah melaksankan perhelatan demokrasi di negaranya, pemilu AS untuk menentukan pejabat federal. Dengan Trump muncul sebagai presiden terpilih periode 2017-2021. Kemenangan Trump ini bisa dibilang cukup mengejutkan dengan mematahkan predisksi para pengamat. Kalau Dr. Dino Pati Djalal dalam tulisannya menyebutkan sebenarnya Indonesia sudah siap – siap dengan kemenangan Hillary Clinton yang sudah jelas track recordnya dan kini ternyata Trump yang penuh teka teki muncul sebagai pemenang pilpres AS.

Internasionalisme

Beberapa bulan sebelum pemilihan digelar, AS melalui biro khusus informasi program internasional dan kedutaan besarnya di Indonesia membagikan semacam buku kecil -hand book tentang pemilu yang akan digelar di AS bulan november. Judulnya bertuliskan “Sekilas Pemilu di AS”. Seperti judulnya buku tersebut mengulas secara ringkas mengenai pemilu di AS, seperti pemilihan pejabat federal yang digelar ditahun genap, meliputi pemilihan presiden yang digelar setiap empat tahun sekali yang dilaksanakan pada hari selasa setelah senin pertama bulan nopember dan pemilihan anggota kongres yang terdiri dari senator yang dipilih setiap enam tahun dan 435 Dewan Perwakilan AS dipilih setiap dua tahun.

Saya berpikir mungkin AS tidak hanya membagikan “Sekilas Pemilu AS” nya itu di Indonesia saja tapi juga di negara lain dengan bahasa masing – masing di setiap negara melaui KBAS masing – masing. Dan kalaupun hanya kedutaan besar AS di Indonesia saja yang menyebarkan buku tersebut yang tidak habis pikir adalah sebegitunya AS untuk membuat orang lain tahu tentang Pemilu AS. Istilahnya niat bener AS untuk menyebarkan tentang ke-Amerika Serikat-annya di Indonesia, dan mungkin AS merasa, penting sekali warga Indonesia untuk mengetahui bagaimana sistem pemilu di AS. Wajar memang ketika AS melalui kedutaannya menyebarkan mengenai ke-Amerika Serikat-annya terkait pemilu di AS

Mengapa AS sebegitunya menyebarkan informasi tentang Pemilu AS di Indonesia?

Pertama, karena AS merupakan satu – satunya negara super power di dunia, dan tentu hal tersebut menjadikan pemilu AS sorotan dari para pengamat politik bahkan warga di belahan dunia lainnya bukan hanya Indonesia. Pemilu merupakan bagian dari transformasi kepemimpinan yang biasanya setelah kepemimpinan beralih maka sedikit banyak akan ada perubahan kebijakan dari negara super power tersebut, dan yang namanya negara super power seperti AS, tidak dipungkiri setiap kebijakannya akan berpengaruh terhadap negara lain termasuk Indonesia. Apalagi yang menang pilpres kali ini merupakan sosok yang penuh teka – teki. Jadi tidak berlebihan sepertinya kalau dikatakan beberapa pihak di dunia sekarang ini sedang harap – harap cemas dengan ketidak pastian dengan munculnya sosok Trump yang penuh teka – teki sebagai presiden AS yang selama kampanye seperti disebutkan oleh Prof. Tirta N Mursitama memersonifikasi dirinya sebagai sosok kanan yang keras dan inward looking.

Kedua, Hubungan Indonesia – AS yang beberapa dekade ini sangat dekat. Seperti yang disebutkan oleh Dr. Dino Patti Djalal, AS dimasa pemerintahan Presiden George W Bush merupakan presiden AS paling pro Indonesia dan di masa Obama AS lebih pro Indonesia. Dan ketika perhelatan besar di AS kemarin akan digelar dimana presiden yang masih menjaat adalah Obama tentu dipandnag perlu untuk menyebarkan informasi pemilu AS di negara yang begitu dekat dengannya, mungkin penyebaran informasi pemilu tersebut dibuat secara eksklusif. Terlebih lagi presiden Obama disebutkan punya hubungan emosional dengan Indonesia.

Ketiga, semangat Internasionalisme. Setiap negara besar di dunia saat ini gencar menyuarakan semangat internasionalime positif dengan berbagai cara yang mereka bisa lakukan. Semangat internasionalisme yang sedang dilakukan merupakan kegiatan menampilkan indentitas positif dari masing – masing negara.

Beberapa waktu lalu ada berpuluh warga Korea Selatan yang datang ke sebuah desa. Biasanya kalau kita berkunjung ke suatu negara kita sering penasaran dengan apa yang ada di negara tersebut, baik itu makanan, tempat – tempat menarik bahkan fashion dan budaya pun menjadi bagian oleh – oleh ketika kita pulang ke Indonesia. Korea pada waktu itu meski mereka yang berkunjung ke Indonesia mempunyai mempunyai tujuan masing – masing, mereka tidak terlihat sibuk mencari tahu segala sesuatu tentang Indonesia tapi mereka sibuk memperkenalkan ke-Korea-annya ke warga desa dengan membagi – bagikan sesuatu yang menampilkan Identitas Korea seperti benda yang berhubungan dengan Korea, mulai dari bendera ke anak – anak sekolah, perlengkapan tulis yang dibawa mereka dari Korea dan bahkan selama satu minggu kegiatan dengan anak – anak sekolah mereka berbagi dan memperkenalkan budaya Korea, seperti nyanyian korea dan huruf – huruf korea. Dalam kasus ini mungkin warga Korea berbeda misi dengan biasanya warga asing lain, tapi dari hal tersebut bisa kita liat ada semangat internasionalisme dari Korea untuk memeperkenalkan ke-Korea-annya, segala sesuatu yang menjadi Identitas Korea ke negara lain, ke dunia internasional.

Dan AS pun yang merupakan negara adikuasa yang dikenal di seantero dunia ini memandang perlu untuk memperkenalkan ke-Amerika Serikat-annya dalam hal ini tentang pemilu di negaranya dengan menyebar informasi dalam bentuk buku tentang pemilu yang digelar dinegaranya yang disebar pihak kedutaannya. Dan mungkin selain buku itu itu juga mereka menyebarkan tentang informasi pemilu dalam bentuk lain seperti menggunakan sosial media yang trend saat ini. Sampai – sampai AS punya biro khusus untuk informasi program internasionalnya.

Semangat internasionalisme itu berhubungan dengan identitas negara dan bangsa. Kalau kita lihat contoh di atas seperti Korea Selatan dan AS, mereka menampilkan identitas yang merupakan ciri dan karakter berupa budaya dan politik yang diterapkan dan original dari negara mereka. Ciri tersebut menjadi semacam karakter dan akhirnya menjadi Identitas ketika dikenalkan dan menempel dalam ingatan warga dunia.

Bagaimana dengan semangat internasionalisme Indonesia? Ciri dan karakter apa yang ingin ditampilkan sebagai identitas kita di dunia internasional. Tentunya Indonesia tidak akan bisa menampilkan identitas yang original dalam semangat internasionalismenya kalau meninggalkan semangat nasionalisme dan dan budaya lokalnya yang kaya sebagai ciri dan karakternya. Jangan sampai bangsa kita krisis identitas, lupa akan ciri dan karakter positifnya.

Nah bagaimana menurut anda, apakah kita selama ini mulai meninggalkan ciri dan karakter kita sebagai bangsa Indonesia?

Bangun Nasionalisme untuk menyebarkan semangat Internasionalime. Mangprang !

IDS- Interest : International Development Studies; Poverty, Economic Development, Agriculture; International Relation; History