Home » SHYL » Mengapa Perlu Istana?
Istana

Mengapa Perlu Istana?

Istana Cipanas, Jika di tanya apa saja simbol Negara Indonesia, apa jawabanmu? “Bendera Merah Putih, Garuda Pancasila, Lagu Indonesia Raya dan Bahasa Indonesia, adalah jawaban yang pasti terbesit oleh orang awam. Namun ternyata ada satu lagi simbol Negara yang sedikit orang tahu, yaitu Istana Kepresidenan. Istana Kepresidenan di Indonesia ada enam, yaitu Istana Negara di Jakarta, Istana Merdeka di Jakarta, Istana Bogor, Istana Cipanas, Gedung Agung Yogyakarta, dan Istana Tampaksiring di Bali. Lalu Istana kepresidenan manakah yang paling pertama dibangun? Jawabannya adalah Istana Cipanas.

Istana Cipanas

Istana Cipanas yang kini berusia ± 274 tahun merupakan Istana Kepresidenan tertua dari lima Istana Kepresidenan Indonesia lainnya. Istana ini terletak di Desa Cipanas Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat, yang dibangun pada abad ke-17 tepatnya pada tahun 1742 M. oleh Gubernur Jenderal Belanda yang bernama Gustav William Baron Van Imhoff. Dari total luas tanah kompleks Istana yang berkisar 26 hektare, hanya ± 8000 m² yang difungsikan sebagai bangunan, selebihnya dipenuhi dengan tanaman-tanaman yang begitu asri.

Bangunan

Bangunan-bangunan yang terdapat di Istana Cipanas ini antara lain gedung induk, Paviliun Yudhistira, Paviliun Bima, Paviliun Arjuna, Paviliun Nakula, Paviliun Sadewa, tempat pemandian air panas yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit, Gedung Bentol peninggalan Ir. Soekarno yang bersejarah, Masjid Baiturrahman, Gedung Perkantoran, dan bangunan yang paling baru yaitu Museum yang didirikan pada tahun 2010 pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Didalam bangunan-bangunan ini dilengkapi dengan berbagai perabot dari kayu, berbagai koleksi ukiran Jepara, serta lukisan-lukisan yang jumlah totalnya lebih dari 252 lukisan karya maestro seni lukis Indonesia, salah satunya Basoeki Abdullah.

Pada mulanya bangunan bersejarah ini berfungsi sebagai tempat peristirahatan para Gubernur Jenderal Belanda bersama keluarga. Selanjutnya pada masa penjajahan Jepang, Istana digunakan sebagai tempat singgah atau transit. Setelah Reformasi, Istana Cipanas ini resmi menjadi Istana Kepresidenan, mengapa disebut Istana Kepresidenan? Karena Istana ini adalah tempat kediaman Presiden. Lalu mengapa Istana Kepresidenan termasuk simbol Negara?

Perlu diketahui bahwa simbol Negara merupakan suatu tanda yang menandakan identitas sebuah Negara. Negara Indonesia dipimpin oleh seorang Presiden. Presiden tersebut harus tinggal dan berkantor di sebuah lokasi yang dinamakan Istana Kepresidenan. Sehingga Istana Kepresidenan berisi dokumen-dokumen penting Negara dan merupakan Pusat Pemerintahan  di Indonesia.

Setiap Negara pasti memiliki tempat Pusat Pemerintahannya masing-masing. Jikalau terjadi sebuah perang antara suatu Negara dengan Negara lain, Pusat Pemerintahannyalah yang menjadi sasaran utama. Karena, ketika Pusat Pemerintahan suatu Negara telah diduduki musuh, maka hancurlah suatu Negara tersebut. Jadi teringat suatu kisah seorang pejuang Islam yang bernama Muhammad Al-Fatih yang berhasil merebut Konstantinopel yang merupakan Ibu Kota dan Pusat Pemerintahan Romawi Timur.

Pemerintah Darurat Republik Indonesia

Ibu Kota atau Pusat Negara harus memiliki tempat Presiden bekerja. Pada tahun 1948 terselenggara sebuah Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dalam rangka menjaga Indonesia agar tetap utuh,  menyebutkan bahwa Bukittinggi di Sumatera merupakan Ibukota RI yang kedua dari Ibukota Yogyakarta yang pertama. Sayangnya, di Sumatera ini tidak terdapat Istana Kepresidenan. Istana Kepresidenan memuat harga diri bangsa, nilai Politik, nilai Budaya, nilai Historis, nilai Edukasi, nilai kekuatan, dan nilai kemakmuran. Karena hal-hal inilah mengapa Istana Kepresidenan termasuk Simbol Negara.

Kemudian dengan tujuan agar masyarakat lebih mengenal keberadaan Istana,  juga lebih  mengetahui bahwa Istana Kepresidenan merupakan bagian dari simbol Negara, maka Pengelola Istana Kepresidenan khusus istana cipanas  secara sukarela menerima kunjungan dari berbagai lapisan masyarakat untuk berkunjung ke Istana tanpa mengurangi tingkat keamanannya. Dengan catatan mengajukan permohonan terlebih dahulu serta mengikuti jadwal serta peraturan yang telah di buat di sekretariat kepresidenen. Oleh karenanya, bagi yang belum mengetahui keberadaan istana  tersebut silahkan berkunjunglah.

*Penulis adalah Luthfi Latifah, Siswi SMA Negeri 1 Sukaresmi. Tulisan dikirim dalam rangka acara SHYL